Rabu, 09 Januari 2013

Chart of Account


COA (Chart of Account)
Untuk melakukan otomatisasi pada sistem akuntansi
untuk data master dari kode perkiraan menggunakan
chart of account. Setiap perkiraan dalam buku besar
mempunyai nomor tersendiri.  Chart of account
merupakan daftar dari keseluruhan penomoran
perkiraan yang digunakan dalam organisasi. Struktur
dalam  chart of account  merupakan salah satu hal
yang terpenting dalam sistem informasi akuntansi,
karena berpengaruh dalam proses penjurnalan serta
pembuatan laporan buku besar. Oleh karena itu
terdapat aturan dalam pen omoran perkiraan dalam
chart of account (Idam Cupriadi, 2007).
a.  Aktiva (1xxxxx)
b.  Passiva (2xxxxx)
c.  Modal (3xxxxx)
d.  Pendapatan (4xxxxx)
e.  Biaya-biaya (5xxxxx)
f.  Pendapatan lain-lain (6xxxxx

Definisi dari Akuntansi



 Definisi Akuntansi
Secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai
sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada
pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas
ekonomi dan kondisi perusahaan (Warren, Reeve,
Fess, 2005:10). Menurut  AAA  (American
Accounting Association ):
“Accounting as the proceed of identifying,
measuring and communicating economic
information to permit informed judgment and
decisions by user of the information  "  (Muhammad,
2002:11).
Dapat diartikan bahwa Akuntansi itu
merupakan suatu proses  mengidentifikasikan,
mengukur dan melaporkan informasi ekonomi,
untuk memungkinkan adanya penilaian dan
keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang
menggunakan informasi tersebut.
2.2  Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi diawali dengan menganalisa dan
menjurnal transaksi kemudian diakhiri dengan
neraca saldo setelah penutupan. Yang terpenting dari
siklus akuntansi adalah dihasilkannya laporan
keuangan. Langkah-langkah yang harus dilakukan
dalam siklus akuntansi antara lain:
1.  Menganalisa transaksi bisnis
2.  Menjurnal transaksi-transaksi bisnis .
3.  Memposting transaksi-transaksi tersebut.
4.  Menyiapkan neraca saldo
5.  Menjurnal dan memposting data-data
penyesuaian
6.  Menyiapkan neraca saldo disesuaikan
7.  Menyiapkan laporan keuangan
8.  Menjurnal dan memposting jurnal penutup.
9.  Menyiapkan neraca saldo setelah penutupan
2.3 Jurnal
Jurnal umum (General Journal) digunakan untuk
mencatat semua transaksi yang tidak dicatat pada
jurnal khusus, sedangkan jurnal khusus (Special
Journal) digunakan untuk mencatat transaksi
tertentu yang sering terjadi. Jurnal khusus diterapkan
pada perusahaan dagang terdiri dari jurnal
pembelian, jurnal penjualan, jurnal pengeluaran kas,
dan jurnal penerimaan kas. Jurnal penerimaan kas
digunakan untuk mencatat semua penerimaan uang,
termasuk penjualan tunai dan penerimaan tagihan.
2.4  Buku Besar (General Ledger)
Buku besar merupakan suatu penggolongan dari
transaksi-transaksi menurut kelompok rekening akun
(posting) atau dapat diartikan setiap jurnal yang
sudah dibuat dipindahkan ke dalam buku besar
(general ledger)  sesuai dengan kelompok
rekeningnya (Suharli, 2006: 134). Contoh :
Kas akan masuk ke buku besar khusus rekening kas
yang berada di sisi debet maupun kredit, sedangkan
penjualan akan masuk ke buku besar penjualan yang
berada di sisi kredit.
2.5  Sistem Informasi Akuntansi
Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih
komponen-komponen yang saling berkaitan dan
saling berinteraksi untuk mencapai tujuan.  Sistem
memiliki subsistem di dalamnya, yang melakukan
fungsi khusus untuk mendukung sistem (Romney,
Marshall & Steinbart, 2000 : 112).
Informasi merupakan data yang berguna yang diolah
sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil
keputusan yang (Warren, Reeve & Fess, 2005:41).
Sedangkan akuntansi merupakan proses dari
identifikasi, pengukuran, dan pelaporan informa si
ekonomi yang berguna dalam pengambilan
keputusan.
Sistem informasi akuntansi dapat diartikan sebagai
komponen-komponen yang terdiri dari pelaku,
metode, dan prosedur untuk mengumpulkan,
mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan
melaporkan informasi mengenai keuangan dan
operasi usaha, kemudian mengolahnya menjadi
informasi untuk digunakan dalam menjalankan
kegiatan perusahaan (Warren, Reeve & Fess,
2005:42).

Pengertian Dari Sistem Informasi Akuntansi


Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia
dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Informasi ini
dikomunikasikan kepada beragam pengambilan keputusan.
Sistem Informasi Akuntansi menurut Bodnar dan Hopwood (2002:6-7)meliputi :
“Beragam aktivitas yang berkaitan dengan siklus-siklus pemrosesan transaksi
perusahaan. Meskipun tidak ada dua organisasi yang identik, tetapi sebagian besar
mengalami jenis kejadian ekonomi yang serupa”.
Siklus-siklus Pemprosesan Transaksi
1. Siklus pendapatan. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian
barang dan jasa ke entitas-entitas lain dan pengumpulan pembayaran-pembayaran
yang berkaitan.
2  Siklus pengeluaran. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan
jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban- kewajiban yang berkaitan.
3. Siklus produksi. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengubahan sumberdaya
menjadi barang dan jasa.
4. Siklus Keuangan. Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan dan
manajemen dana-dana modal, termasuk kas.
Aplikasi Siklus Pembelian
1.  Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian.
2.  Fungsi pembelian meminta penawaran harga dari pemasok.
3.  Fungsi pembelian menerima penawaran harga dari berbagai pemasok dan melakukan
pemilihan pemasok.
4.  Fungsi pembelian membuat order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
5.  Fungsi penerimaan memeriksa dan menerima barang yang dikirim oleh pemasok.
6.  Fungsi penerimaan menyerahkan barang yang diterima kepadafungsi gudang untuk
disimpan.
7.  Fungsi penerimaan melaporkan penerimaan barang kepada fungsi akuntansi.
8.  Fungsi akuntansi menerima faktur tagihan dari pemasok dan atas dasar faktur dari
pemasok tersebut, fungsi akuntansi mencatatkewajiban yang timbul dari transaksi
pembelian.
Aktivitas Pengambilan Keputusan 
Pengambilan keputusan merupakan aktivitas manajemen berupa pemilihan tindakan
dari sekumpulan alternatif yang telah dirumuskan sebelumnya untuk memecahkan suatu
masalah atau suatu konflik dalam manajemen. Teknik pengambilan keputusan meliputi,
menelusuri akar permasalahan, perumusan berbagai skenario pemecahan masalah dan
pemilihan alternatif.
Pengendalian Internal
Definisi pengendalian internal pertama kali diperkenalkan oleh ( Comite On Auditing
Procedures Of American Institute  Of serfied Publik Accountants(AICPA)),
mendefinisikan sebagai berikut :
“Sistem pengendalian internal meliputi struktur organisasi, semua metode dan
ketentuan-ketentuan yang terkoordinasi yang dianut dalam perusahaan untuk melindungi
harta kekayaan, memeriksa penelitian dan seberapa jauh meningkatkan efisiensi usaha
dan mendorong ditaatinya kebijakan perusahaan telah ditetapkan”.
Pengendalian intern itu sendiri, mempunyai beberapa elemen pokok yang akan
mendukung keluasan desain sistem tersebut.
Elemen pokok dari sistem pengendalian intern adalah:
1. Struktur organisasi yang memisahkan wewenang dan tanggung jawab secara jelas.
2. Adanya tingkatan otoritas dan prosedur pencatatan transakasi yang memadai.
3. Praktek yang sehat.
4. Personal yang memiliki kualifikasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan jujur.